Pertanggung Jawaban Notaris Dalam Pengalihan Sertifikat Hak Milik Tanpa Seijin Pemilik Sah

Studi Kasus Penggelapan SHM dan SHGB Milik Ibu Dari Nirina Zubir

Notaris pertanggungjawaban akta otentik Akibat Hukum

Authors

  • Febrianus Handayani
    febryhandayani09@gmail.com
    Fakultas Hukum, Universitas Katolik Darma Cendika surabaya, Indonesia
November 29, 2025
March 24, 2026
April 6, 2026

Downloads

Kepemilikan atas tanah dan rumah merupakan kebutuhan mendasar yang memerlukan pelindungan hukum, dimana Sertifikat Hak Milik (SHM) menjadi bukti kepemilikan yang paling kuat. Proses penerbitan sertifikat ini melibatkan pembuatan akta Notaris sebagai akta otentik yang berkekuatan hukum. Penelitian ini di latarbelakangi oleh kasus pengalihan sertifikat hak milik secara ilegal, seperti yang menimpa ibunda dari publik figur Nirina Zubir, yang melibatkan Notaris/PPAT dalam mengubah nama kepemilikan tanpa sepengetahuan pemilik sah. Kasus ini menunjukkan adanya perbuatan melawan hukum yang berakibat pada kerugian pihak pemilik hak. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pertanggung jawaban Notaris dalam proses pengalihan hak milik atas tanah tanpa seizin pemilik sah dan akibat hukum yang timbul dari pengalihan sertifikat tersebut. Jenis penelitian yang di gunakan adalah yuridis normatif. Akibat hukum yang timbul dari pengalihan sertifikat tersebut adalah akta Notaris cacat secara yuridis serta melanggar kode etik Notaris.

How to Cite

Handayani, F. (2026). Pertanggung Jawaban Notaris Dalam Pengalihan Sertifikat Hak Milik Tanpa Seijin Pemilik Sah: Studi Kasus Penggelapan SHM dan SHGB Milik Ibu Dari Nirina Zubir. Unes Journal of Swara Justisia, 10(1), 68-76. https://doi.org/10.31933/q4dm1t71

Similar Articles

1-10 of 418

You may also start an advanced similarity search for this article.