Penyelesaian Sengketa WTO Ditengah Disfungsionalitas Badan Banding Dalam Sengketa Biodiesel Antara Uni Eropa dan Indonesia
Downloads
Uni Eropa mengajukan banding atas laporan akhir panel dalam kasus DS618 mengenai bea masuk imbalan oleh UE terhadap biodiesel Indonesia. Namun Badan Banding WTO berhenti berfungsi sejak 2019 akibat pemblokiran anggota oleh Amerika Serikat. UE lantas mengundang Indonesia untuk bergabung ke dalam Multy-Party Interim Appeal Arbitration Arangement (MPIA) sebagai alternatif penyelesaian sengketa dalam kasus ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis MPIA sebagai solusi alternatif dalam penyelesaian sengketa DS618. Penelitian ini adalah penelitian hukum normatif, dengan pendekatan studi kasus dan peraturan perundang – undangan. Metode yang digunakan untuk menganalisis data adalah metode kualitatif. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa, hadirnya MPIA sebagai arbitrase banding alternatif yang dibuat berdasarkan Pasal 25 DSU, menjadikan adanya alternatif sementara penyelesaian sengketa ditengah tidak berfungsinya Badan Banding WTO. Namun penerapan MPIA hanya terbatas pada anggotanya sehingga mengurangi efektifitas mekanisme tersebut. Penerapan MPIA dalam kasus DS618 hingga saat ini belum dapat diimplementasikan, mengingat belum berpartisipasinya Indonesia kedalam MPIA.
Adela Salsabila, Jihan Rafifah, Najwa Aura F, Enjum Jumhana , Salman Al Farizi Ilham. (2025). “Penyelesaian Sengketa Perdagangan Internasional: Peran World Trade Organization (WTO)”, Jurnal Riset Ilmu Hukum, Volume 2, Nomor 3.
Agreement on Subsidies and Countervailing Measures (Perjanjian SCM)
Anna-Marie Wiesele. (2021) Master Thesis, The appellate body deadlock at the WTO : an analysis of alternative ad hoc arbitral tribunals under Article 25 DSU in form of the plurilateral MPIA (2020), (University of Twente and University of Münster)
Darmawan Febri Padmono, (2023), “Analisis Pengaturan Subsidi Di Indonesia Ditinjau Dari SCM (Agreement on Subsidies and Countervailing),” Indonesian Journal of Advanced Research 2, no. 4. 303
European Union, Countervailing Duties On Imports Of Biodiesel From Indonesia (29 September 2025), Notification Of An Appeal By The European Union, (WT/DS618/5), https://docs.wto.org , Diakses pada 30 Oktober 2025, Pukul 17:55
H Adolf. (2020). Hukum Penyelesaian Sengketa Internasional (Jakarta Timur, Sinar Grafika)
Intan I Soeparna. (2020). Hukum Perdagangan Internasional Dalam World Trade Organization (Jawa Timur, Airlangga University Press)
JOB/DSB/1/Add.12, Multi-Party Interim Appeal Arbitration Arrangement Pursuant To Article 25 Of The DSU, https://www.worldtradelaw.net/document
Joost Pauwelyn, (2023), “The WTO’s Multi-Party Interim Appeal Arbitration Arrangement (MPIA): What’s New?”, World Trade Review, 22(5)
Mohamed Salah Adawi Ahmed1, Basel Khaled Alsaeed, Nasir Habib, dan Muhammad Zeeshan Ajmal, (2025), “The Multi-Party Interim Appeal Arbitration Arrangement (MPIA): A Legal Analysis of Its Disadvantages and Implications for WTO Dispute Settlement Mechanism”, International Journal of Scientific Research and Management, Volume 13
Novia Dwi Lestari, (2021), “Pemblokiran Penunjukkan Anggota Appellate BodyBerkenaan Dengan Pemenuhan Right To Access To Justice Dalam World Trade Organization”, Jurist-Diction, Vol. 4 (1)
Offcial Journal of The European Union, Notice of initiation of an anti-subsidy proceeding concerning imports of biodiesel originating in Indonesia (2018/C 439/15), https://eur-lex.europa.eu,
Official Journal of the European Union, Commission Implementing Regulation (EU) 2019/1344: imposing a provisional countervailing duty on imports of biodiesel originating in Indonesia of 12 August 2019, https://eur-lex.europa.eu , Halaman 4
Official Journal of the European Union, Commission Implementing Regulation (EU) 2019/2092 of 28 November 2019 imposing a definitive countervailing duty on imports of biodiesel originating in Indonesia, https://eur-lex.europa.eu , Halaman 94
Olga Starshinova, (2021), “Is the MPIA a Solution to the WTO Appellate Body Crisis?”, Journal of World Trade, 55, no. 5
P. Audrey Ruslijanto et al. (2022) Hukum Penyelesaian Sengketa Internasional (Universitas Brawijaya Press)
Pawestri Nindyatami, Helsa Yohana Marela Graceyela, (2025) “MPIA as a Stopgap Measure: Tackling the Stagnation in the WTO Dispute Settlement System”, Jurnal Soedirman Law Review, Vol. 7 Issue 1
Rima Diah Pramudyawati, “Retaliasi Sebagai Opsi Alat Penegakan Hukum Penyelesaian Sengketa Perdagangan Internasional Akibat Krisis di Badan Banding World Trade Organization”, Unes Law Review, Vol. 6, No. 3, (Maret 2024), Halaman 8399
Rima Diah Pramudyawati, Retaliasi Sebagai Opsi Alat Penegakan Hukum Penyelesaian Sengketa Perdagangan Internasional Akibat Krisis di Badan Banding World Trade Organization, Op.cit, Halaman 8401
Tesalonika Amazia Simamor, “Mekanisme Penyelesaian Sengketa dalam WTO Dispute Settlement Body (DSB) dan Relevansinya Bagi Indonesia”, Media Hukum Indonesia (MHI), Vol. 4, No. 1, (2025), Halaman 413
Understanding on Rules and Procedures Governing the Settlement of Disputes (DSU)
William J. Davey, “WTO Dispute Settlement: Crown Jewel or Costume Jewelry?”, World Trade Review,Volume 21, (2022), Halaman 292
WT/DS618/2, Request For The Establishment Of A Panel By Indonesia (13 October 2023), https://docs.wto.org
WT/DS618/5, European Union Countervailing Duties On Imports Of Biodiesel From Indonesia, Notification Of An Appeal By The European Union, (29 September 2025) https://docs.wto.org
WT/DS618/R, European Union Countervailing Duties On Imports Of Biodiesel From Indonesia (22 August 2025), (Report Of The Panel), https://docs.wto.org
WTO, Dispute Settlement: Appellate Body, https://www-wto-org, Diakses Tanggal 27 Januari 2026, Pukul 23:26
WTO, DS592: Indonesia Measures Relating to Raw Materials, https://www.wto.org/english, Diakses Pada 29 Januari 2026, Pukul 04:58
WTO, DS618: European Union-Countervailing Duties on Imports of Biodiesel from Indonesiahttps://www.wto.org/english/tratop_e/dispu_e/cases_e/ds618_e.htm, Diakses Pada 22 Oktober 2025, Pukul 15:49
Copyright (c) 2026 Alvin Fauzi Khaq, Adi Suliantoro

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Penulis yang mempublikasikan manuskripnya di jurnal ini menyetujui ketentuan berikut:
- Hak cipta pada setiap artikel adalah milik penulis.
- Penulis mengakui bahwa UNES Journal of Swara Justisia (UJSJ) berhak menjadi yang pertama menerbitkan dengan lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International (Attribution 4.0 International CC BY 4.0).
- Penulis dapat mengirimkan artikel secara terpisah, mengatur distribusi non-eksklusif manuskrip yang telah diterbitkan dalam jurnal ini ke versi lain (misalnya, dikirim ke repositori institusi penulis, publikasi ke dalam buku, dll.), dengan mengakui bahwa manuskrip telah diterbitkan pertama kali di UNES Journal of Swara Justisia (UJSJ).















